Sebelum saya bahas mengenai materi ini terlebih
dahulu saya akan memberikan sedikit informasi mengenai apa “informasi” itu
sendiri.
Informasi memiliki 10 sifat yaitu :
- Mudah diperoleh
Sifat
ini menunjukkan mudahnya dan cepatnya informasi dapat diperoleh. Kecepatan
memperoleh dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi, beberapa
nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.
- Luas dan Lengkap
Sifat
ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai
volumenya, tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat kabur
dan karena itu sulit mengukurnya
- Ketelitian
Sifat
ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi.
Dalam hubungannya dengan volume data yang besar biasanya terjadi duaa jenis
kesalahan, yakni kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
- Kecocokan
Sifat
ini menunjukkan betapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan
permintaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah
yang sedang dihadapi.
- Ketepatan waktu
Sifat
ini berhubungan dengan waktu yang dilalui yang lebih pendek dari pada siklus
untuk mendapatkan informasi. Dalam beberapa hal ketepatan waktu dapat
diukur.
- Kejelasan
Sifat
ini menunjukkan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang
tidak jelas.
7. Keluwesan
Sifat
ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi tidak hanya
dengan lebih dari satu keputusan, tetapi juga dengan lebih dari seorang
pengambil keputusan, sifat ini sulit diukur tetapi dalam banyak hal dapat
memberikan nilai yang dapat diukur
- Dapat dibuktikan
Sifat
ini menunjukkan kemampuan beberapa pemakai informasi untuk menguji keluaran
informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama
- Tidak ada prasangka
Sifat
ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna
mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya
- Dapat diukur
Teori
pemrosesan informasi adalah
teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan
pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan
bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu
yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar
tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui
beberapa indera.
Asumsi
yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat
penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari
pembelajaran.
Berdasarkan
temuan riset linguistik, psikologi, antropologi
dan ilmu komputer, dikembangkan model
berpikir. Pusat kajiannya pada proses
belajar dan menggambarkan cara individu
memanipulasi simbol dan memproses informasi.
Model
belajar pemrosesan informasi ini sering
pula disebut model kognitif information processing,
karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf
struktural sistem informasi, yaitu:
1)
Sensory atau intake register:
informasi masuk ke sistem melalui sensory
register, tetapi hanya disimpan untuk
periode waktu terbatas. Agar tetap dalam
sistem, informasi masuk ke working memory
yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2)
Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di
working memory, dan di sini berlangsung
berpikir yang sadar. Kelemahan working memory
sangat terbatas kapasitas isinya dan
memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3)
Long-term memory, yang secara potensial
tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung
seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik.
Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses
informasi yang tersimpan di dalamnya.
Diasumsikan,
ketika individu belajar, di dalam dirinya
berlangsung proses kendali atau pemantau bekerjanya sistem
yang berupa prosedur strategi mengingat, untuk menyimpan
informasi ke dalam long-term memory
(materi memory atau ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah
(materi kreativitas).
Pengetahuan
yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka
panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. Tahap pemahaman dalam
pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana
pengetahuan baru dimodifikasi. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh
interpretasi terhadap stimulus. Faktor
stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran,
ilustrasi, teks, animasi, narasi, warna, musik, serta video.
Studi tentang bagaimana informasi diidentifikasi,
diproses, dimaknai, dan ditransfer dalam dan dari memori kerja untuk disimpan
dalam memori jangka panjang mengisyaratkan bahwa pendesainan pesan merupakan
salah satu topik utama dalam pendesainan multimedia instruksional. Dalam
konteks ini, desain pesan multimedia berkenaan dengan penyeleksian,
pengorganisasian, pengintegrasian elemen-elemen pesan untuk menyampaikan
sesuatu informasi. Penyampaian informasi bermultimedia yang berhasil akan
bergantung pada pengertian akan makna yang dilekatkan pada stimulus elemen-elemen
pesan tersebut. Proses penyeleksian, pengorganisasian, serta pengintegrasian
elemen-elemen informasi tersebut.
Dalam mengartikan penyampaian informasi
dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut dengan media pengantar,
desain pesan, serta kemampuan sensorik. Media pengantar mengacu pada
sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, misalnya media berbasiskan
media cetakan atau media berbasiskan komputer. Desain pesan mengacu pada bentuk
yang digunakan untuk menyajikan informasi, misalnya pemakaian animasi
atau teks audio. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur pemrosesan informasi
yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh, seperti proses
penerimaan informasi visual atau auditorial. Sebagai contoh, suatu paparan
tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui
teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang
berbeda), dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kombinasi kata-kata dan gambar
(dua desain pesan yang berbeda), atau dalam bentuk kata-kata tertulis atau
lisan (dua sensorik yang berbeda). Sebenarnya istilah desan pesan mengacu pada
proses manipulasi, atau rencana manipulasi dari sebuah pola tanda yang
memungkinkan untuk mengkondisi pemerolehan informasi. Penelitian telah
menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia
instruksional mempengaruhi kualitas performansi (Pranata, 2004). Beberapa teori
yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah
teori pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan
ganda. Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang
terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas
memori kerja visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif
menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas.
Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat
multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi
pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang
berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan Temuan-temuan penelitian
(Pranata, 2004) telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding
theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu
pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi
verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki
kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal terpenting
yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa
kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi
pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.
Teori
belajar yang oleh Gagne (1988) disebut dengan ‘Information Processing Learning
Theory’. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam
otak manusia di saat memroses suatu informasi. Karenanya teori belajar tadi
disebut juga ‘Information-Processing Model’ oleh Lefrancois atau ‘Model
Pemrosesan Informasi’. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses
penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran
dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi
antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil
belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi
eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam
proses pembelajaran.
Menurut
Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu,
(1)
motivasi;
(2)
pemahaman;
(3)
pemerolehan;
(4)
penyimpanan;
(5)
ingatan kembali;
(6)
generalisasi;
(7)
perlakuan;
(8)
umpan balik.
Beberapa
model telah dikembangkan di antaranya oleh Gagne (1984), Gage dan Berliner
(1988) serta Lefrancois, yang terdiri atas tiga macam ingatan yaitu: sensory
memory atau Ingatan Inderawi (II), Ingatan Jangka Pendek (IJPd) atau
short-term/working memory, Ingatan Jangka Panjang (IJPj) atau long-term memory.
DAFTAR PUSTAKA :
Pranata,
Moeljadi. (2004). Efek Redudansi: Desain Pesan Multimedia dan Teori
Pemrosesan Informasi. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 6, No. 2
Juli 2004.
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology, Theory and Practice. United State of America: Allyn & Bacon

Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase dimana fase pertama yaitu motivasi.
BalasHapusbagaimana kamu sebagi seorang guru dapat memberikan motivasi belajar agar semua tipe siswa yang ada dapat termotivasi untuk belajar
semua siswa memiliki pribadi dan sikap yang berbeda antara satu dan lainnya.
BalasHapusuntuk itu sebagai seorang guru sangat diwajibkan mengetahui kepribadian siswa. hal ini diharapkan agar saat proses pembelajaran berlangsung guru dapat mentransfer ilmu ke siswa dan tujuan pembelajaran tercapai.
sebelum memulai pembelajaran sangat baik diberikan motivasi terlebih dahulu. motivasi itu berasal dari kata motif dan aksi. jadi motivasi dapat dikatakan halyanag menjadi motif sesorang untuk menjalankan aksi.
untuk memberikan motivasi sebagai seorang guru saya akan memulai bercerita erlebih dahulu yang memang hal berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
dimulai dari melihat kondisi siswa terendah/paling susah mendengarkan perkataan/motivasi dr orsng lain, guru harus mampu membangkitkan semangat siswa dan melibatkannya secara langsung dalam proses pembelajaran. dengan terbangkitnya semanga belajar siswa yang palingrendah itu maka otomatis siwa lainnyapun akan termotivasi.
sedikit menambahkan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Apa saja Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi ?
BalasHapussembilan peristiwa pembelajaran Gagne dalam bentuk bagan sebagai berikut :
HapusNo Peristiwa Pembelajaran Penjelasan
1 Menimbulkan minat dan memusatkan perhatian Peserta didik tidak selalu siap dan fokus pada awal pembelajaran. Guru perlu menimbulkan minat dan perhatian anak didik melalui penyampaian sesuatu yang baru, aneh, kontradiktif atau kompleks
2 Menyampaikan tujuan pembelajaran Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak menebak-nebak apa yang diharapkan dari dirinya oleh guru. Mereka perlu mengetahui unjuk kerja apa yang akan digunakan sebagai indikator penguasaan pengetahuan atau keterampilan
3 Mengingat kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari yang merupakan prasyarat Banyak pengetahuan baru yang merupakan kombinasi dari konsep, prinsip atau informasi yang sebelumnya telah dipelajari, untuk memudahkan mempelajari materi baru
4 Menyampaikan materi pembelajaran Dalam menjelaskan materi pembelajaran, menggunakan contoh, penekanan untuk menunjukkan perbedaan atau bagian penting, baik secara verbal maupun menggunakanfitur tertentu (warna, huruf miring, garisbawahi, dsb)
5 Memberikan bimbingan atau pedoman untuk belajar Biimbingan diberikan melalui pertanyaan-pertanyaan yang membiimbing proses/alur pikir peserta didik. Perlu diperhatikan agar bimbingan tidak diberikan secara berlebihan
6 Memperoleh unjuk kerja peserta didik Peserta didik diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari, baik untuk myakinkan guru maupun dirinya sendiri
7 Memberikan umpan balik tentang kebenaran pelaksanaan tugas Umpan balik perlu diberikan untuk membantu peserta didik mengetahu sejauh mana kebenaran atau unjuk ekrja yang dihasilkan
8 Mengukur/mengevaluasi hasil belajar Pengukuran hasil belajar dapat dilakukan melalui tes maupun tugas. Perlu diperhatikan validitas dan reliabilitas tes yang diberikan dari hasil observasi guru
9 Memperkuat referensi dan transfer belajar Referensi dapat ditingkatkan melalui latihan berkali-kali menggunakan prinsip yang dipelajari dalam konteks yang berbeda. Mondisi/situasi pada saat transfer belajar diharapkan terjadi, harus berbeda. Memecahkan masalah dalam suasana di kelas akan sangat berbeda dengan susasana riil yang mengandung resiko
Jadi untuk model belajar bisa bervariasi seperti Tanya-jawab, diskusi, PBL, discovery, eksperimen, dan yang lain yg mendukung teori belajar menurut gagne.
tambahan , Robert Gagne seorang ahli psikologi pendidikan mengembangkan teori belajar yang mencapai kulminasinya (titik uncak) pada “The Condition of Learning”. Banyak gagasan Gagne tentang teori belajar, seperti belajar konsep dan model pemrosesan informasi, pada bukunya “The Condition of Learning” mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth.
BalasHapusDalam bukunya Robert M. Gagne disebutkan bahwa : A very special kind of intellectual skill, of particular in probelem solving, is called a cognitive strategy. In term of modern learning theory, a cognitive strategy is a control process . An internal process by means of which thinking. Gagne mengemukakan delapan fase dalam satu tindakan belajar. Fase-fase itu merupakan kejadian-kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru. Setiap fase dipasangkan dengan suatu proses yang terjadi dalam pikiran siswa. Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:
1. Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
3. Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
4. Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
5. Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
6. Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
7. Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
8. Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
Bagaimana caranya agar informasi yang masuk ke memori jangka pendek dapat masuk ke memori jangka panjang?
BalasHapusmeomori pada jangka pendek dapat masuk ke memori jangka panjang dengan cara mengulang2 apa yang ada dimemori jangka pendek jika itu dalam bentuk tuindakan, membaca kembali apa yg ada dimemorui jangka pendek jika itu dalam bentuk tulisan, dan mengingat2 kembail apa yg ada di memori jangka pendek dengan stimulus dan rangsangan2 yang sesuai.
Hapustolong jelaskan penggunaan multimedia dalam pembelajaran? apakah berpengaruh terhadap proses penangkapan informasi oleh siswa?
BalasHapusjelas sangat berpengaruh
Hapusbagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar dapat masuk kedalam memori jangka panjang?
BalasHapusmeomori pada jangka pendek dapat masuk ke memori jangka panjang dengan cara mengulang2 apa yang ada dimemori jangka pendek jika itu dalam bentuk tuindakan, membaca kembali apa yg ada dimemorui jangka pendek jika itu dalam bentuk tulisan, dan mengingat2 kembail apa yg ada di memori jangka pendek dengan stimulus dan rangsangan2 yang sesuai.
HapusSedikit menambahkan.
BalasHapusProses informasi dalam ingatan dimulai dari proses penerimaan informasi (encoding), diikuti dengan penyimpanan informasi (stroge ) dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informas-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrival ). Teori belajar pemerosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan.
Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori. Sistem syaraf menggunakan kode internal yang merepresentasikan stimulus eksternal. Dengan cara ini representasi objek/kejadian eksternal dikodekan menjadi informasi internal dan siap disimpan.
Stroge adalah informasi yang diambilkan dari memori jangka pendek kemudian diteruskan untuk diproses dan digabungkan ke dalam memori jangka panjang. Namun tidak semua informasi dari memori jangka pendek dapat disimpan. Kunci penting dalam penyimpanan di memori jangka panjang adalah adanya motivasi yang cukup untuk mendorong adanya latihan berulang hal-hal dari memori jangka pendek.
Retrival adalah hasil akhir dari proses memori. Mengacu pada pemanfaatan informasi yang disimpan. Agar dapat diambil kembali, informasi yang disimpan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat diperoleh karena meskipun secara teoritis informasi yang disimpan tersedia tetapi tidak selalu mudah untuk menggunakan dan menempatkannya.
Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Penelitiannya dimaksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks.
sedikit menambahkan,
BalasHapusRobert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)
Gagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
e. Sikap.
Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).
mengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?
BalasHapussayab rasa tidak semua orang merasakan hal seperti itu, karena bedanya pengoptimalan otak kiri dan otak kanan dari setiap orang
HapusDalam upaya menjelaskan bagaimana suatu informasi (pesan pengajaran) diterima, disandi, disimpan dan dimunculkan kembali dari ingatan serta dimanfaatkan jika diperlukan, telah dikembangkan sejumlah teori dan model pemrosesan informasi oleh para pakar seperti Biehler dan Snowman (1986); Baine (1986); dan Tennyson (1989). Teori-teori tersebut umumnya berpijak pada tiga asumsi (Lusiana, 1992) yaitu:
BalasHapusa. Bahwa antara stimulus dan respon terdapat suatu seri tahapan pemrosesan informasi dimana pada masing-masing tahapan dibutuhkan sejumlah waktu tertentu.
b. Stimulus yang diproses melalui tahapan-tahapan tadi akan mengalami perubahan bentuk ataupun isinya.
c. Salah satu dari tahapan mempunyai kapasitas yang terbatas.
Apa yang menyebabkan suatu informasi sulit masuk kedalam memori jangka panjang?
BalasHapustidak berkesan, dan kurangnya kemenarikan bagin seseorang buntuk mengingatnya
HapusManfaat teori pemrosesan informasi antara lain:
BalasHapus1.Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah
2.Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol
3.Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
4.Prinsip perbedaan individual terlayani.
Hambatan teori pemrosesan informasi antara lain:
1.Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
2.Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
3.Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan
4.Kemampuan otak tiap individu tidak sama.
faktor apa yang mempengaruhi informasi hanya masuk sampai tahap short term memory dan tidak sampai pada tahap penyimpanan long term memory?
BalasHapusfaktor daya ingat dan keseringan pengulangan
HapusSaya belum mengerti mengenai : Kejelasan
BalasHapusSifat ini menunjukkan tingkat keluaran informasi yang bebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.
mengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?
BalasHapus